Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Graha Iskandarsyah Lantai 4, Jl. Iskandarsyah Raya No. 66c, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160 Telp. 021-7251864, Fax. 021-7208112, e-mail : dpp_hpji75@yahoo.com
Minggu, 5 September 2010

PU-net

LPJK

Road Enginering Association of Asia and Australia

International Road Fedseration

World Highways



No. 111 Juni 2008 THN XXVII

Penanganan Infrastruktur Jalan Di Sumbar Terus Dipacu

  

Satuan Kerja Pembangunan Jalan dan Jembatan Sumatera Barat selama tahun 2008 menangani 16 paket pekerjaan. Nama paket pekerjaan itu diantaranya Sicincin- Malalak (3,4 km), Jembatan Duku Fly Over (FO) sepanjang 66,2 meter, Batas Kota Payakumbuh-Pangkalan (25 km), Kiran Jao-Sei Dareh Junction (53,4), Jembatan Kelok 9 (339,7 meter) dan Simpang Haru-Batas Kota Padang II (20 km).
Ke enam paket proyek ini tergolong besar yang didanai APBN dan merupakan proyek tahun jamak. Proyek ini tersebar di Utara-Selatan Sumbar dan perkotaan, ungkap Noor Arias Syamsu, ST Asisten Perencanaan SNVT Pembangunan Jalan & Jembatan Sumbar akhir pekan lalu di Padang.
Dijelaskan, proyek tahun tunggal terdiri 9 paket (Jemb. Pemancungan, Painan-Tapan, Lubuk Silaping-Panti Batas Sumut, Simpang Haru-Batas Kota Padang I, Bts. Kota Padang Panjang - Padang Luar, dan Pangkalan Batas Riau serta Painan-Kambang, Tapan Lunang, Lunang-Batas Bengkulu).
Saat ini penanganan 16 paket proyek tersebut seluruhnya sudah rampung dikerjakan, kecuali 5 paket besar yang masa kontraknya berakhir 2009. Ditambah 1 paket paket pekerjaan yakni Jembatan Kelok 9 yang dijadwalkan rampung akhir 2010 mendatang. Dana yang terserap untuk menggarap 16 paket itu ditaksir mencapai sekitar Rp 321,8 Milyar.
Kendala yang dihadapi selama pekerjaan berlangsung yakni adanya kenaikan harga bahan bangunan (baja, semen dan aspal) pasca naiknya BBM. Kelangkaan aspal juga berdampak kepada membengkaknya biaya pengeluaran (cost tinggi). Rencana akan ditutupnya produksi aspal minyak Pertamina telah menyebabkan langkanya aspal dipasaran, sehingga memicu naikknya harga aspal itu sendiri, tambah Arias.
Melambungnya harga-harga material yang terjadi pertengahan tahun lalu, ungkap Arif telah memicu para rekanan meminta penyesuaian harga (eskalasi). Sayangnya, pemerintah hingga kini belum merealisasikan permintaan mereka. Saat ini mereka (Kontraktor Red) tengah menantikan turunnya kebijakan pemerintah pusat. Menurut Arias, tidak ada pekerjaan yang mandeg atau berhenti akibat dampak kenaikkan harga-harga material. Meskipun keuntungan yang mereka dapat sangat minim.
Dari sisi pekerjaan tidak ada masalah karena semua selesai. Hanya saja sedikit keluhan yang mereka lontarkan kepada kami, ujarnya.
Ditambahkan, di luar itu terdapat 2 paket yakni Tapan-Lunang (14,96 km) dan Lunang- Batas Bengkulu (14,2 km) yang diberlakukan aturan optimasi. Arias Syamsu menjelaskan, pihaknya juga sempat melakukan 2 kali revisi penganggaran. Dalam revisi I setelah dipotong 15% dana yang dialokasikan senilai Rp 234,8 milyar. Setelah dilakukan revisi 2 jumlahnya meningkat menjadi Rp 321 milyar.
"Terdapat kenaikkan pagu senilai 95,5 milyar. Ini terjadi pada paket-paket kontrak tahun jamak (multyears). Dia menilai, sebenarnya bukan ada penambahan anggaran melainkan hanya percepatan pembayaran.," ungkapnya.
Selanjutnya dikatakan, selain didanai APBN murni ada pula paket pekerjaan yang dibantu Loan ADB misalnya pada proyek Bukittingi-Kumpulan-Lubuk Sikaping (68 km), Lubuk Sikaping-Panti Batas Sumut (64 km), Kiran Jao-Sei Daereh-Junction (53,4 km). Paket ini diperuntukkan untuk 2 tahun anggaran (2008-2009). Khusus untuk paket Kiran Jao-Sei Dareh Junction di perbatasan Jambi, tambah Arias terhitung awal Nopember ditargetkan progress fisiknya mencapai 40% dari total kontrak.
Menyinggung paket Pekerjaan Jembatan Duku Fly Over (FO-Duku) saat ini diakui belum rampung dikerjakan. Saat ini gelagar box baja sedang tahap dinaikkan. Desember dilakukan pemberesihan lantai dak. Januari 2009 dijadwalkan selesai pengecoran. Tidak ada hambatan dana pada proyek ini. Malahan akan ada penambahan dana sebesar Rp 10 milyar yang diambilkan dari APBN-P
Program Usulan 2009
Satker Pembangunan Jalan dan Jembatan Sumatera Barat pada tahun 2009 kembali merencanakan menangani 12 paket pekerjaan dari dana APBN sebesar Rp 175,8 milyar. Alokasi dana DIP 2009 itu akan digunakan untuk menangani 6 paket proyek lanjutan dan 6 paket pekerjaan baru. Termasuk di dalamnya menangani infrastruktur yang rusak akibat bencana alam, pengadaan tanah untuk Jembatan Duku FO, pekerjaan lanjutan seperti paket Sicincin-Malalak dan paket Jembatan Kelok 9.
Ditegaskan, yang termasuk paket pembangunan baru antara lain; Sicincin Malalak II, Jembatan Padang Panjang, Jembatan Pulau Air, Paket Tapan-Lunang dan Simpang VI-Batas Sumut, Akses Bandara BIM dan Jalan Evakuasi Alai. Ditambah paket Panti-Batas Sumut (SB.03A). Tahun 2009 baru akan dialokasikan Rp 22,5 milyar. Ini paket yang paling besar untuk tahun Jamak. Sedangkan untuk tahun tunggalnya Sicincin-Malalak II, tutur dia.
Sicincin-Malalak sebetulnya bukan jalan baru, tapi jalan Propinsi yang ditingkatkan menjadi Arteri baru, tambahnya.
Arias menjelaskan, mengingat di Sumbar jalur Padang menuju Bukittinggi sangat padat. Maka Pemprov membuat jalan baru yang sejajar (paralel) dengan jalan lama. Bila jalan baru ini selesai 2010 bisa dipastikan mengurangi kemacetan yang biasa terjadi di Lembah Anai. Tidak ada perbedaan jarak tempuh yang signifikan bila menggunakan jalan lama, tegasnya mengakhiri penjelasan. (Sony)
PusKomPu 02/12/08...

Jakarta HPJI - 5/12/2008 17:15


© Hak cipta 2008 HPJI
Graha Iskandarsyah Lantai 4, Jl. Iskandarsyah Raya No. 66c, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160
Telp. 021-7251864, Fax. 021-7208112, e-mail : dpp_hpji75@yahoo.com